Let's Follow

11 June 2011

(Manusia dan tanah)

Bersua lagi dimulainya dengan kalam suci...bismillah...






Dari Abu Musa r.a : Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang didatangkan oleh Allah kepadaku adalah ibarat hujan yang menyirami bumi.

 (a). Sebahagian darinya terdapat sebidang tanah subur yang menerima siraman itu, lalu menumbuhkan rumput yang banyak dan menyimpan air sehingga dengannya Allah memberi manfaat kepada manusia; mereka minum darinya, mengairi dan menanam.

(b). Dan sebahagian darinya menyirami sebidang lainnya.



(c). Hanya saja ia adalah ‘Qii’aan’ (tempat yang datar dan luas / tanah yang terbentang luas) yang tidak dapat menyimpan air dan tidak pula menumbuhkan rumput.

Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah dan mendapatkan manfaat dari apa yang Allah mengutusku dengannya, sehingga dia mengetahui dan mengamalkan.

Dan perumpamaan (bagi) orang yang tidak mengangkat kepala untuk semua itu dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya.” [0004] Sahih Ibnu Hibban

Penjelasan Hadis :
Imam Nawawi menjelaskan mengenai hadis tersebut adalah perumpamaan hujan yang turun ke bumi sebagai petunjuk dari Nabi saw. Ia memberi perumpamaan terhadap tiga keadaan tanah dan dikaitkan dengan tiga keadaan manusia apabila sampai kepada mereka ilmu atau petunjuk dari Nabi saw (iaitu Al-Quran dan Al-Sunnah umumnya).

(a). Tanah yang subur; iaitu orang yang memanfaatkan ilmunya dengan cara mengamalkan dan mengajarkan pula kepada orang lain sehingga orang lain mendapat manfaat pula dari ilmu tersebut dan tersebarlah ilmu yang bermanfaat tersebut. Jadilah mereka seumpama tanah yang subur yang menghasilkan sumber makanan kepada manusia dan binatang.

(b). Tanah yang hanya menyimpan air untuk menyirami tanah yang lain; iaitu orang-orang yang menerima ilmu dan dihafalnya tetapi tidak secerdas yang pertama. Selain itu, mereka tidak memiliki kekuatan akal yang cukup untuk membuat kesimpulan sesuatu perkara dan mengeluarkan hukum-hukum kerana kurangnya usaha untuk mengatasi kelemahan-kelemahannya.

Walaubagaimanapun ilmu yang ada pada mereka disampaikan juga kepada orang-orang lain atau kepada anak-anak murid mereka lalu orang yang menerima ilmu darinya memanfaatkan ilmu yang disampaikan itu dengan sebaik-baiknya. Jadilah mereka seumpama tanah yang menyirami tanah yang lain.

(c). Tanah yang gersang; iaitu orang-orang yang apabila sampai ilmu kepada mereka, mereka tidak mengambil manfaat darinya apalagi untuk memberi manfaat (atau menyebarkannya) kepada manusia lainnya. Jadilah mereka seumpama tanah yang gersang.

(Kesimpulan yang didapati menerusi penerangan hadis dari Imam Nawawi rahimahullah melalui notakaki dari Sahih Ibnu Hibban)

0 Pandangan anda?:

Post a Comment

Ada apa nak kata?
Sila ^_^

Cool Hot Pink Outer Glow Pointer